Selasa, 15 Oktober 2013

PERUSAHAN YANG BERGERAK DIBIDANG IT


TUGAS SOFTSKILL 1 4Ia23
NAMA ANGGOTA dan JOB DESCRIPTION
1.     SELLA RAHMAFIANDI (56410434)
-         Membuat artikel tentang perusahaan yang bergerak dibidang TI di dunia dan diindonesia serta menjelaskan detail nama perusahaan, core bisnis TI penjualan produknya dan perkembangannya dan memposting tugas softskill 1 ini.
2.     MUH. IDRIS (54410543)
-         Mencari bahan atau referensi dari pembuatan artikel diatas.
3.     DAMAR DWI  S (51410650)
-         Mengolah dan Menjelaskan dokumen – dokumen penting yang dibutuhkan untuk mendirikan dan menjalankan suatu perusahaan.
4.     Abraham. L (501410055)
-         Mencari bahan dan referensi dokumen – dokumen diatas
5.     Muhammad Ardiansyah (54410635)
-         Menjelaskan cara mekasnisme dalam memenangkan tender proyek TI dengan atau melalui penjualan produknya
6.    Muhammad Risa (54410796)
-         Membantu ardiansyah dalam menjelaskan mekanisme memenangkan tender proyek TI dan mencari bahan referensinyaa.







Selasa, 21 Mei 2013

Pengertian Game Pada era modern seperti sekarang ini, kata game mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Tapi yang perlu kita pahami adalah apakah kita tahu apa pengertian game ?. Mungkin kita memang sering mendengar kata game bahkan memainkan game baik yang sifatnya offline ataupun online, akan tetapi kita belum tentu tahu yang sebenarnya apa itu game, genre game, dan komponen yang harus ada dalam sebuah game. Game merupakan kata yang berasal dari bahasa inggris yang berarti permainan. Game atau permainan ini pun tidak sembarang dimana di dalamnya terdapat berbagai aturan yang harus dipahami oleh penggunanya. Dalam game juga perlu adanya sekenario agar alur permainan pun jelas dan terarah. Sekenario di sini bisa meliputi setting map, level, alur cerita, bahkan efek yang ada dalam game tersebut. Genre / Jenis Game :
 1. Edutainment game Game jenis ini biasanya dibuat lebih sepesifik untuk tujuan tertentu, misalnya untuk balita untuk sekedar mengenal warna dan objek. Ada juga yang ditujukan ke anak sekolah, sebagai contoh game tentang pelajaran biologi dimana di dalam game tersebut menyediakan konten misalnya tentang fungsi organ tubuh manusia.

2. First person shooter Jenis game ini menampilkan sudut pandang orang pertama, biasanya yang nampak hanya tangan dan senjata player saja. Contoh game ini adalah CS (Counter strike), Saurbatten, dll.

3. Real time strategy Game ini lebih menekankan pada kehebatan strategi pemainya, dan biasanya pemain tidak hanya memainkan satu karakter melainkan lebih dari satu karakter.

4. Fighting Game ini menuntut pemainya untuk lincah, cepat tanggap, respon yang baik. Sedikit berbeda dari game fighting lainya yang hanya melawan AI atau komputer saja, melainkan game ini akan teruji jika pemain sudah bisa mengalahkan pemain lainya atau dengan kata lain game ini merupakan game multi player.

5. Adventure Berbeda dengan game lain yang menuntut pemainya untuk lincah, refleks, respon. Dalam game petualangan pemain dituntut kemampuan berfikirnya untuk menganalisa tempat secara visual, memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan percakapan karakter, menggunakan benda-benda yang tepat dan diletakan di tempat yang tepat. Komponen game Dalam sebuah game atau permainan pastilah memiliki komponen dasar yang membuat game tersebut menjadi user friendly, misalnya : 1. Collision detection, dimana dalam sebuah game dapat mendeteksi efek atau aksi yang perlu dalam sebuah game. Misalnya, jika mobil menabrak maka mobil akan mengalami kerusakan pada body. 2. NPC, dimana dalam game tersebut player dapat berinteraksi dengan player lain. 3. Grafik 4. Suara 5. Artificial intelegent
 6. Sekenario atau cerita. Klasifikasi Game Seiring dengan semakin maraknya game yang berkembang di kalangan masyarakat, menjadikan game tersebut harus tetap dilihat label/keterangan tertentu tentang siapa saja yang dapat memainkan game tersebut. Karena terkadang tanpa disadari oleh orang tua, anak mereka dengan mudah memainkan segala jenis permainan yang bahkan sebenarnya tidak cocok untuk usia anak mereka. Seperti perang, kekerasan, bahasa kasar dan hal lainnya. Berikut akan dijelaskan beberapa klasifikasi game berdasarkan umur: EC (Early Childhood): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk anak usia 3 keatas. Dan tidak memiliki kontent yang dianggap tidak pantas dilihat oleh anak dengan usia tersebut. E (Everyone): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk anak dengan usia 6 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kartun, fantasi atau kekerasan ringan dan / atau menggunakan bahasa ringan (tidak kasar). E10+ (Everyone 10 and older): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk usia 10 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kartun, fantasi atau kekerasan ringan, bahasa ringan dan / atau dengan tema sugestif minimal. T (Teen): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk usia 13 atau lebih tua. Judul dalam kategori game ini mungkin berisi kekerasan, tema sugestif, humor kasar, minimal darah, simulasi perjudian, dan / atau menggunakan bahasa kuat yang minim.

 M (Mature): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk orang usia 17 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kekerasan intens, darah dan gore, konten seksual dan bahasa kuat. AO (Adults Only): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang hanya dan harus dimainkan oleh orang 18 tahun keatas. Judul dalam kategori ini mungkin termasuk adegan kekerasan berkepanjangan intens dan konten seksual grafis dengan kontent yang bersisi gambar atau video telanjang. RP (RATING PENDING): Judul terdaftar sebagai RP (Rating Pending) telah disampaikan kepada ESRB dan sedang menunggu penilaian akhir. (Simbol ini hanya akan muncul dalam iklan sebelum merilis game.)

 sumber : http://saridr.blogspot.com/2012/04/klasifikasi-game.html http://cakrawalamaya.blogspot.com/2012/03/pengertian-game.html

TEKNOLOGI GAME

Pengertian Game Pada era modern seperti sekarang ini, kata game mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Tapi yang perlu kita pahami adalah apakah kita tahu apa pengertian game ?. Mungkin kita memang sering mendengar kata game bahkan memainkan game baik yang sifatnya offline ataupun online, akan tetapi kita belum tentu tahu yang sebenarnya apa itu game, genre game, dan komponen yang harus ada dalam sebuah game. Game merupakan kata yang berasal dari bahasa inggris yang berarti permainan. Game atau permainan ini pun tidak sembarang dimana di dalamnya terdapat berbagai aturan yang harus dipahami oleh penggunanya. Dalam game juga perlu adanya sekenario agar alur permainan pun jelas dan terarah. Sekenario di sini bisa meliputi setting map, level, alur cerita, bahkan efek yang ada dalam game tersebut. Genre / Jenis Game : Edutainment game Game jenis ini biasanya dibuat lebih sepesifik untuk tujuan tertentu, misalnya untuk balita untuk sekedar mengenal warna dan objek. Ada juga yang ditujukan ke anak sekolah, sebagai contoh game tentang pelajaran biologi dimana di dalam game tersebut menyediakan konten misalnya tentang fungsi organ tubuh manusia. First person shooter Jenis game ini menampilkan sudut pandang orang pertama, biasanya yang nampak hanya tangan dan senjata player saja. Contoh game ini adalah CS (Counter strike), Saurbatten, dll. Real time strategy Game ini lebih menekankan pada kehebatan strategi pemainya, dan biasanya pemain tidak hanya memainkan satu karakter melainkan lebih dari satu karakter. Fighting Game ini menuntut pemainya untuk lincah, cepat tanggap, respon yang baik. Sedikit berbeda dari game fighting lainya yang hanya melawan AI atau komputer saja, melainkan game ini akan teruji jika pemain sudah bisa mengalahkan pemain lainya atau dengan kata lain game ini merupakan game multi player. Adventure Berbeda dengan game lain yang menuntut pemainya untuk lincah, refleks, respon. Dalam game petualangan pemain dituntut kemampuan berfikirnya untuk menganalisa tempat secara visual, memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan percakapan karakter, menggunakan benda-benda yang tepat dan diletakan di tempat yang tepat. Komponen game Dalam sebuah game atau permainan pastilah memiliki komponen dasar yang membuat game tersebut menjadi user friendly, misalnya : Collision detection, dimana dalam sebuah game dapat mendeteksi efek atau aksi yang perlu dalam sebuah game. Misalnya, jika mobil menabrak maka mobil akan mengalami kerusakan pada body. NPC, dimana dalam game tersebut player dapat berinteraksi dengan player lain. Grafik Suara Artificial intelegent Sekenario atau cerita. Klasifikasi Game Seiring dengan semakin maraknya game yang berkembang di kalangan masyarakat, menjadikan game tersebut harus tetap dilihat label/keterangan tertentu tentang siapa saja yang dapat memainkan game tersebut. Karena terkadang tanpa disadari oleh orang tua, anak mereka dengan mudah memainkan segala jenis permainan yang bahkan sebenarnya tidak cocok untuk usia anak mereka. Seperti perang, kekerasan, bahasa kasar dan hal lainnya. Berikut akan dijelaskan beberapa klasifikasi game berdasarkan umur: EC (Early Childhood): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk anak usia 3 keatas. Dan tidak memiliki kontent yang dianggap tidak pantas dilihat oleh anak dengan usia tersebut. E (Everyone): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk anak dengan usia 6 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kartun, fantasi atau kekerasan ringan dan / atau menggunakan bahasa ringan (tidak kasar). E10+ (Everyone 10 and older): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk usia 10 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kartun, fantasi atau kekerasan ringan, bahasa ringan dan / atau dengan tema sugestif minimal. T (Teen): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk usia 13 atau lebih tua. Judul dalam kategori game ini mungkin berisi kekerasan, tema sugestif, humor kasar, minimal darah, simulasi perjudian, dan / atau menggunakan bahasa kuat yang minim. M (Mature): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk orang usia 17 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kekerasan intens, darah dan gore, konten seksual dan bahasa kuat. AO (Adults Only): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang hanya dan harus dimainkan oleh orang 18 tahun keatas. Judul dalam kategori ini mungkin termasuk adegan kekerasan berkepanjangan intens dan konten seksual grafis dengan kontent yang bersisi gambar atau video telanjang. RP (RATING PENDING): Judul terdaftar sebagai RP (Rating Pending) telah disampaikan kepada ESRB dan sedang menunggu penilaian akhir. (Simbol ini hanya akan muncul dalam iklan sebelum merilis game.) sumber : http://saridr.blogspot.com/2012/04/klasifikasi-game.html http://cakrawalamaya.blogspot.com/2012/03/pengertian-game.html

TEKNOLOGI GAME


Pengertian Game
 
Pada era modern seperti sekarang ini, kata game mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Tapi yang perlu kita pahami adalah apakah kita tahu apa pengertian game ?. Mungkin kita memang sering mendengar kata game bahkan memainkan game baik yang sifatnya offline ataupun online, akan tetapi kita belum tentu tahu yang sebenarnya apa itu game, genre game, dan komponen yang harus ada dalam sebuah game.

Game merupakan kata yang berasal dari bahasa inggris yang berarti permainan. Game atau permainan ini pun tidak sembarang dimana di dalamnya terdapat berbagai aturan yang harus dipahami oleh penggunanya. Dalam game juga perlu adanya sekenario agar alur permainan pun jelas dan terarah. Sekenario di sini bisa meliputi setting map, level, alur cerita, bahkan efek yang ada dalam game tersebut.

Genre / Jenis Game :
  1. Edutainment game
    Game jenis ini biasanya dibuat lebih sepesifik untuk tujuan tertentu, misalnya untuk balita untuk sekedar mengenal warna dan objek. Ada juga yang ditujukan ke anak sekolah, sebagai contoh game tentang pelajaran biologi dimana di dalam game tersebut menyediakan konten misalnya tentang fungsi organ tubuh manusia.
  2. First person shooter
    Jenis game ini menampilkan sudut pandang orang pertama, biasanya yang nampak hanya tangan dan senjata player saja. Contoh game ini adalah CS (Counter strike), Saurbatten, dll.
  3. Real time strategy
    Game ini lebih menekankan pada kehebatan strategi pemainya, dan biasanya pemain tidak hanya memainkan satu karakter melainkan lebih dari satu karakter.
  4. Fighting
    Game ini menuntut pemainya untuk lincah, cepat tanggap, respon yang baik. Sedikit berbeda dari game fighting lainya yang hanya melawan AI atau komputer saja, melainkan game ini akan teruji jika pemain sudah bisa mengalahkan pemain lainya atau dengan kata lain game ini merupakan game multi player.
  5. Adventure
    Berbeda dengan game lain yang menuntut pemainya untuk lincah, refleks, respon. Dalam game petualangan pemain dituntut kemampuan berfikirnya untuk menganalisa tempat secara visual, memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan percakapan karakter, menggunakan benda-benda yang tepat dan diletakan di tempat yang tepat.
Komponen game

Dalam sebuah game atau permainan pastilah memiliki komponen dasar yang membuat game tersebut menjadi user friendly, misalnya :
  1. Collision detection, dimana dalam sebuah game dapat mendeteksi efek atau aksi yang perlu dalam sebuah game. Misalnya, jika mobil menabrak maka mobil akan mengalami kerusakan pada body.
  2. NPC, dimana dalam game tersebut player dapat berinteraksi dengan player lain.
  3. Grafik
  4. Suara
  5. Artificial intelegent
  6. Sekenario atau cerita.

Klasifikasi Game 

Seiring dengan semakin maraknya game yang berkembang di kalangan masyarakat, menjadikan game tersebut harus tetap dilihat label/keterangan tertentu tentang siapa saja yang dapat memainkan game tersebut. Karena terkadang tanpa disadari oleh orang tua, anak mereka dengan mudah memainkan segala jenis permainan yang bahkan sebenarnya tidak cocok untuk usia anak mereka. Seperti perang, kekerasan, bahasa kasar dan hal lainnya.

Berikut akan dijelaskan beberapa klasifikasi game berdasarkan umur:
EC (Early Childhood): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk anak usia 3 keatas. Dan tidak memiliki kontent yang dianggap tidak pantas dilihat oleh anak dengan usia tersebut.




E (Everyone): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk anak dengan usia 6 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kartun, fantasi atau kekerasan ringan dan / atau menggunakan bahasa ringan (tidak kasar).




E10+ (Everyone 10 and older): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk usia 10 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kartun, fantasi atau kekerasan ringan, bahasa ringan dan / atau dengan tema sugestif minimal.



T (Teen): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk usia 13 atau lebih tua. Judul dalam kategori game ini mungkin berisi kekerasan, tema sugestif, humor kasar, minimal darah, simulasi perjudian, dan / atau menggunakan bahasa kuat yang minim.




M (Mature): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk orang usia 17 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kekerasan intens, darah dan gore, konten seksual dan  bahasa kuat.



AO (Adults Only): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang hanya dan harus dimainkan oleh orang 18 tahun keatas. Judul dalam kategori ini mungkin termasuk adegan kekerasan berkepanjangan intens dan konten seksual grafis dengan kontent yang bersisi gambar atau video telanjang.


RP (RATING PENDING): Judul terdaftar sebagai RP (Rating Pending) telah disampaikan kepada ESRB dan sedang menunggu penilaian akhir. (Simbol ini hanya akan muncul dalam iklan sebelum merilis game.)



sumber :
http://saridr.blogspot.com/2012/04/klasifikasi-game.html
http://cakrawalamaya.blogspot.com/2012/03/pengertian-game.html

Pengertian Game
 
Pada era modern seperti sekarang ini, kata game mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Tapi yang perlu kita pahami adalah apakah kita tahu apa pengertian game ?. Mungkin kita memang sering mendengar kata game bahkan memainkan game baik yang sifatnya offline ataupun online, akan tetapi kita belum tentu tahu yang sebenarnya apa itu game, genre game, dan komponen yang harus ada dalam sebuah game.

Game merupakan kata yang berasal dari bahasa inggris yang berarti permainan. Game atau permainan ini pun tidak sembarang dimana di dalamnya terdapat berbagai aturan yang harus dipahami oleh penggunanya. Dalam game juga perlu adanya sekenario agar alur permainan pun jelas dan terarah. Sekenario di sini bisa meliputi setting map, level, alur cerita, bahkan efek yang ada dalam game tersebut.

Genre / Jenis Game :
  1. Edutainment game
    Game jenis ini biasanya dibuat lebih sepesifik untuk tujuan tertentu, misalnya untuk balita untuk sekedar mengenal warna dan objek. Ada juga yang ditujukan ke anak sekolah, sebagai contoh game tentang pelajaran biologi dimana di dalam game tersebut menyediakan konten misalnya tentang fungsi organ tubuh manusia.
  2. First person shooter
    Jenis game ini menampilkan sudut pandang orang pertama, biasanya yang nampak hanya tangan dan senjata player saja. Contoh game ini adalah CS (Counter strike), Saurbatten, dll.
  3. Real time strategy
    Game ini lebih menekankan pada kehebatan strategi pemainya, dan biasanya pemain tidak hanya memainkan satu karakter melainkan lebih dari satu karakter.
  4. Fighting
    Game ini menuntut pemainya untuk lincah, cepat tanggap, respon yang baik. Sedikit berbeda dari game fighting lainya yang hanya melawan AI atau komputer saja, melainkan game ini akan teruji jika pemain sudah bisa mengalahkan pemain lainya atau dengan kata lain game ini merupakan game multi player.
  5. Adventure
    Berbeda dengan game lain yang menuntut pemainya untuk lincah, refleks, respon. Dalam game petualangan pemain dituntut kemampuan berfikirnya untuk menganalisa tempat secara visual, memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan percakapan karakter, menggunakan benda-benda yang tepat dan diletakan di tempat yang tepat.
Komponen game

Dalam sebuah game atau permainan pastilah memiliki komponen dasar yang membuat game tersebut menjadi user friendly, misalnya :
  1. Collision detection, dimana dalam sebuah game dapat mendeteksi efek atau aksi yang perlu dalam sebuah game. Misalnya, jika mobil menabrak maka mobil akan mengalami kerusakan pada body.
  2. NPC, dimana dalam game tersebut player dapat berinteraksi dengan player lain.
  3. Grafik
  4. Suara
  5. Artificial intelegent
  6. Sekenario atau cerita.

Klasifikasi Game 

Seiring dengan semakin maraknya game yang berkembang di kalangan masyarakat, menjadikan game tersebut harus tetap dilihat label/keterangan tertentu tentang siapa saja yang dapat memainkan game tersebut. Karena terkadang tanpa disadari oleh orang tua, anak mereka dengan mudah memainkan segala jenis permainan yang bahkan sebenarnya tidak cocok untuk usia anak mereka. Seperti perang, kekerasan, bahasa kasar dan hal lainnya.

Berikut akan dijelaskan beberapa klasifikasi game berdasarkan umur:
EC (Early Childhood): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk anak usia 3 keatas. Dan tidak memiliki kontent yang dianggap tidak pantas dilihat oleh anak dengan usia tersebut.




E (Everyone): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk anak dengan usia 6 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kartun, fantasi atau kekerasan ringan dan / atau menggunakan bahasa ringan (tidak kasar).




E10+ (Everyone 10 and older): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk usia 10 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kartun, fantasi atau kekerasan ringan, bahasa ringan dan / atau dengan tema sugestif minimal.



T (Teen): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk usia 13 atau lebih tua. Judul dalam kategori game ini mungkin berisi kekerasan, tema sugestif, humor kasar, minimal darah, simulasi perjudian, dan / atau menggunakan bahasa kuat yang minim.




M (Mature): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang mungkin cocok untuk orang usia 17 atau lebih tua. Judul dalam kategori ini mungkin berisi kekerasan intens, darah dan gore, konten seksual dan  bahasa kuat.



AO (Adults Only): Klasifikasi Game ini memiliki konten yang hanya dan harus dimainkan oleh orang 18 tahun keatas. Judul dalam kategori ini mungkin termasuk adegan kekerasan berkepanjangan intens dan konten seksual grafis dengan kontent yang bersisi gambar atau video telanjang.


RP (RATING PENDING): Judul terdaftar sebagai RP (Rating Pending) telah disampaikan kepada ESRB dan sedang menunggu penilaian akhir. (Simbol ini hanya akan muncul dalam iklan sebelum merilis game.)



sumber :
http://saridr.blogspot.com/2012/04/klasifikasi-game.html
http://cakrawalamaya.blogspot.com/2012/03/pengertian-game.html

Senin, 02 Juli 2012

PENILAIAN SITUS GUNADARMA



Pada pembahasan kali ini saya akan membahas dan member sedikit pendapat tentang situs Gunadarma , namun saya tidak akan membahas keseluruhan dari situs Gunadarma melainkan hanya beberapa bagian saja , sperti student site : http://studentsite.gunadarma.ac.id dan Baak : http://baak.gunadarma.ac.id
Studentsite merupakan sebuah situs mahasiswa Gunadarma untuk membantu mahasiswa dalam perkuliahan. Melalui situs ini mahasiswa dapat mengakses informasi-informasi yang ada di Universitas Gunadarma BAAK merupakan sebuah situs mahasiswa Gunadarma untuk membantu mahasiswa dalam perkuliahan , fungsi dari situs ini sebenarnya tidak jauh beda dari studentsite hanya saja di situs ini tidak dapat mengecek nilai IP dan menguplaoad tugas softskill , dan situs ini juga menginformasikan apabila terjadi perubahan jadwal dalam UTS atau UAS , kemudian juga untuk menginformasikan kelas , dan kelas baru apabila naik tingkat dan mengecek kelas bagi mahasiswa baru .

3 TOOLS MENGUKUR WEBSITE




GTmetrix

GTmetrix adalah websiteuntuk menganalisa kecepatan web yang tersedia secara gratis, dengan menggunakan google page speed dan Yahoo YSlow sebagai analyze engine dan untuk menampilkan hasil serta rekomendasi yang harus dilakukan.
Dengan GTmetrix juga dapat membandingkan beberapa URL sekaligus dan jika mendaftar sebagai anggota maka dapat:
·                     melihat tes sebelumnya  untuk membandingkan hasilnya
·                     menjadwalkan cek website secara otomatis
·                     menyimpan laporan
·                     memilih hasil laporan untuk ditampilkan kepublic atau tidak

Kelebihan GTmetrix :
-          Dapat menggunakan google page speed dan YSLOW sebagai analyze engine.
-          Dapat membandingkan beberapa URL sekaligus
-          Menjadwalkan cek website secara otomatis
-          Dapat menyimpan laporan
-          Memilih hasil laporan untuk ditampilkan kepublic atau tidak.
Kekurangan GTmetrix :
-          Jika menggunakan GTmetrix harus menggunakan internet yang cepat













SeoAnalyser 

Makin tinggi score yang dihasilkan dari pengukuran menggunakan alat ini, makin bagus pula kekuatan website tersebut di mesin pencarian. Artinya, SEO-nya makin kuat. Nah, salah satu alat pengukur kekuatan SEO yaitu SEOANALYSER. Cara menggunakannya sangat mudah. Anda tinggal memasukkan nama domain atau URLwebsite yang ingin Anda tes kekuatan SEO-nya. Cukup dengan mengunjungi situs seoanalyser.net, lalu mengisi kolom yang ada dengan URL atau domain situs web yang ingin Anda tes.
 Diikuti dengan mengklik tombol Check. Setelah itu, tunggulah hasilnya. Saya ambil contoh domain blog yang saya search di google yaitu (kafegue.com). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa blog ini memperoleh score 85% .

Ada 3 jenis keterangan yang mencerminkan perolehan score sebesar itu, yakni:
1. warnings, ternyata blog ini tidak ditemukan warnings sedikit pun. Horeeeeeeeeee… :)
2. notes, ada 3 catatan khusus pada blog ini (yaitu ada beberapa gambar yang tidak mengandung atribut alt, tidak terdaftar didirektori Dmoz, serta google pagerank yang masih di bawah 4)
3. successfully, ada 21 poin yang berhasil dipenuhi oleh blog ini pada mayoritas kriteria penilaian yang ditentukan sebagai dasar pengukur performa SEO-nya

Kelebihan dari tools tersebut adalah :
1. Peta situs (sitemap) untuk kemudahan navigasi, dan kemudahan mesin pencari dalam mengindeks konten-konten website kita
2. terdapat file robots.txt untuk memberitahu mesin robot tentang bagian mana yang boleh diindeks





Kekurangannya adalah :
1. Terdapat trik seo dasar yang sangat berpengaruh pada web.
2. Penggunaaan tag heading perlu diurutkan dari yang terbesar sampe yang terkecil..

 YSLOW

YSlow menganalisa kinerja halaman web dengan memeriksa seluruh komponen pada halaman web, termasuk komponen dinamis yang dibuat dengan menggunakan JavaScript. YSlow juga memberikan saran perbaikan dan optimalisasi kinerja website. YSlow dapat diintegrasikan dalam plugin Firefox dan Chrome.
YSlow membuat Rules atau aturan yang disepakati pengembang YSlow dan berhasil mengidentifikasi 23 aturan yang mempengaruhi kinerja halaman website. YSlow mengklaim peningkatan 25% sampai 50% kinerja halaman website dengan menggunakan aturan YSlow. 


 Kelebihan YSlow : 
- Bisa mengetahui ukuran file setiap elemen/komponen yang menjadi penyusun halaman website/blog. Dari hasil data tersebut, kita bisa tahu elemen mana saja yang berpotensi memperberat ‘loading-page’ (pemuatan halaman). Dari situ pula kita bisa mempertimbangkan kembali penggunaan elemen-elemen tertentu. Setidaknya berusaha memangkas ukurannya agar tidak terlalu besar.

- Bisa tahu berapa jumlah ‘HTTP request’ dari halaman yang kita tes. Termasuk berapa jumlah file total yang menyusunnya. Dari hasil rekomendasi YSlow, kita bisa tahu elemen/komponen mana saja yang masih perlu dioptimalkan agar performa blog kita bisa lebih baik.

Kekurangan YSlow :
- Jika terjadi kesalahan CSS tidak menunjukan solusi nya.